Senin, 11 Juli 2016

Slide Pengantar Sistem Informasi Berbasis Komputer

Materi Sistem Informsi Manajemen Berbasis Komputer kelompok 2 kelas 6A Manajemen Universitas Pakuan.

untuk membaca PowerPoint Klik Disini

kelompok 2 :
1. Dwicky Ramadhan (0211 13 001)
2. Ahmed Sabarudin (0211 13 011)
3. Sinta Dianni (0211 13 032)
4. Srinoinsha Sihombing (0211 13 040)
5. Sinta Budi Damayanti (0211 13 042)

Sumber Materi
Judul Buku : Sistem Informasi Manajemen
Pengarang : Raymond McLeod Jr dan George P. Schell
Dosen : Chaidir, SE,. MM

Mata Kuliah : SISTEM INFORMASI MANAJEMEN

Pengantar Sistem Informasi Berbasis Komputer

SISTEM INFORMASI MANAJEMEN

PENGANTAR SISTEM INFORMASI BERBASIS KOMPUTER



Disusun oleh:

Kelompok 2(dua)

1.      Dwicky Ramadhan                                         0211 13 001
2.      Achmed Sabarudin                                         0211 13 011
3.      Sinta Dianni                                                    0211 13 032
4.      Srinoinsa Sihombing                                       0211 13 040
5.      Sinta Budi Damayanti                                     0211 13 042

Dosen : Chaidir, SE,. MM

UNIVERSITAS PAKUAN
FAKULTAS EKONOMI
2016
Jl. Pakuan P.O BOX 452 BOGOR 16143 Telp. (0251) 314918
http ://www.feunpak.web.id E-mail : feup@feunpak.web.id


CONTOH KASUS
SISTEM INFORMASI GIANT EKSPRES
Banyak perusahaan yang kini menggunakan teknologi informasi untuk mengembangkan sistem lintas fungsi bisnis perusahaan terintegrasi, yang mampu melintasi berbagai batas fungsi tradisional bisnis agar dapat merekayasa ulang dan meningkatkan proses bisnis yang penting di semua lintas fungsi perusahaan. Organisasi-organisasi ini melihat sistem perusahaan lintas fungsi sebagai cara strategis untuk menggunakan TI dalam berbagi sumber daya informasi dan meningkatkan efisiensi serta efektivitas proses bisnis, dan mengembangkan hubungan strategis dengan para pelanggan, pemasok, dan mitra bisnis.
Teknologi sistem informasi yang digunakan Giant supermarket khususnya berbasis komputer yang dihubungkan dengan internet. Komponen-komponen yang terlibat di Giant Supermarket Pajajaran Bogor terdiri dari :
 1.      Hardware
Perangkat hardware Giant Pajajran terdiri dari satu buah server, modem, PC menggunakan system Point of Sales (POS), Bar Code, Optical Scanner.  Komputer utama sebagai server dihubungkan dengan internet melalui telephone line untuk akses internet yang berfungsi untuk menerima dan mengirimkan informasi dua arah antara Giant Pajajaran dengan Giant Pusat.  Dari server dihubungkan ke bank data komputer tempat semua data baik data penjualan, persediaan, nama barang, harga barang dan data lainnya berada.
2.      Software
Dalam pengoperasiannya software yang digunakan cukup sederhana.
3.      Netware
Sistem jaringan yang digunakan adalah LAN (Lokal Area Networks).

4.      Dataware
Data yang digunakan adalah data penjualan barang, data persediaan barang, nama barang, harga barang, data pegawai dan sebagainya.  Untuk data penjualan, barang yang dijual yang mempunyai bar code kemudian ketika terjadi transaksi pembelian di kassa, bar code diidentifikasi dengan menggunakan scanner optic untuk mengetahui sekaligus mengakses data bank mengenai nama barang dan harga barang.
5.      Humanware
Giant Pajajaran termasuk end user artinya pengguna sistem informasi, programmer hanya terdapat di Giant pusat dan diperlukan apabila terjadi kerusakan-kerusakan program.  Semua pegawai di Giant Pajajaran mengenal dan mengetahui serta familiar dengan sistem informasi yang digunakan.  Pihak manajemen mengharuskan semua pegawai untuk mengerti dan mengetahui serta menggunakan operasi komputer sederhana yang digunakan dalam kegiatan sehari-hari.
Bank data komputer terhubung dengan satu buah komputer untuk informasi dan administrasi pegawai termasuk untuk absensi pegawai dan 6 buah point of sales seperti tampak pada  Gambar 1 di atas.
Sistem penyimpanan data (basis data) dimulai dengan proses input data, data processing, dan output. Input data didapat dari hasil transaksi penjualan di kassa antara pelanggan dengan kasir meliputi data penjualan barang, nama barang yang dijual, harga barang dan stok barang yang tersisa akan langsung terhitung. Proses penyimpanan data terjadi ketika kasir memasukan input data-data tersebut kemudian mengeksekusinya.  Data akan langsung tersimpan secara otomatis di bank komputer.  Output hasil penjualan atau persediaan barang dapat dilihat di monitor komputer dan dapat berupa hasil print out struck belanja.  Untuk melihat bagaimana proses pemasukan dan penyimpanan data yang terjadi di Giant Pajajaran


Penerapan Operating Support System (OSS)
Ø  Transaction Processing System (TPS)
TPS yang digunakan oleh Giant Ekspress. adalah Point of Sale (POS) System. Barang-barang yang dibeli oleh konsumen dibayar melalui Point Of Sale atau kasir dan pada saat itulah dilakukan pencatatan atas transaksi yang sedang terjadi dengan menggunakan Axapta dan SAP, dimana data yang diinput langsung disimpan dan langsung diproses dalam server.
Enterprise Collaboration System (ECS)
Sebagai perusahaan ritel, Giant Ekspres. melakukan pembelian dengan membeli barang-barang dari pemasok untuk menunjang kegiatan usahanya. Kegiatan pembelian tersebut dilakukan melalui beberapa tahapan yaitu menentukan kebutuhan, mencari penjual yang memiliki barang yang sesuai dengan kebutuhan pembeli, penyelesaian harga dan syarat-syarat lainnya. Berutu (2008) menyebutkan bahwa penentuan kebutuhan penjualan dilakukan dengan melihat informasi pasar tentang produk-produk yang akan dijual. Kemudian Giant Ekspres. melakukan kegiatan penjualan dengan menjual produk-produk yang ada di gerainya. Produk yang dijual harus memenuhi ketentuan-ketentuan sebagai berikut:
a. Menjual barang komplit menurut lingkungan
b. Menjual barang yang dijual di toko pesaing dengan melihat informasi pasar.
c. Mengutamakan 1000 jenis barang yang laku
d. Menjual barang penting yang tidak disediakan di toko pesaing
Konsolidasi dan sentralisasi atas kebutuhan logistik berada di pusat distribusi Giant Ekpres yang berlokasi di Cibitung-Bekasi. Pusat distribusi ini berdiri sejak tahun 2006. Produk-produk segar yang berada di pusat distribusi ke masing-masing gerai PT. Hero Supermarket Tbk. Proses interaksi tukar-menukar informasi antara gerai cabang dengan kantor pusat melalui internet dan telepon dalam pelaporan keluar masuknya barang serta pemesanan barang seperti yang tampak pada gambar di bawah ini:
Sebagai perusahaan ritel, Giant Supermarket Pajajaran mengadakan interaksi tukar-menukar informasi dengan Giant pusat melalui internet dan telepon dalam pelaporan keluar masuknya barang serta pemesanan barang
Alur interaksi Giant Pajajaran, Giant Pusat, Gudang dan Supplier selengkapnya dijelaskan sebagai berikut:
  • Gerai Cabang berinteraksi dengan Giant Pusat di CBD Bintaro, Tanggerang setiap saat. Transfer data dilakukan setelah toko tutup (malam hari) untuk memberi dan menerima informasi mengenai jumlah penjualan, unit yang terjual, jenis barang yang terjual, jenis barang yang perlu dibeli dan perubahan harga barang. Data yang terkumpul dan tersimpan dalam basis data bank kemudian diakses dari komputer server yang selanjutnya dikirim ke Kantor Pusat yang akan ditangani oleh team CPO (Centralize Procesing Order) dengan internet menggunakan telephone line. Sistem informasi terjadi dalam dua arah yaitu pihak CPO di Kantor Pusat dan Gerai Cabang. Informasi yang disampaikan berupa perubahan-perubahan harga yang terjadi ataupun informasi lainnya yang dibutuhkan oleh Gerai Cabang.
  • Kantor Pusat berinteraksi dengan Distribution Center (DC), untuk memberi dan menerima informasi mengenai jenis barang yang perlu dikirim ke tiap gerai di seluruh Indonesia, jumlah tiap jenis barang yang masih tersedia di gudang dan jenis barang yang perlu dipesan/ beli.
  • Gerai Cabang berinteraksi timbal balik dengan DC  untuk memberi dan menerima informasi mengenai jenis dan jumlah barang yang perlu dikirim ke Gerai Cabang.
  • Giant Supermarket Pajajaran berinteraksi dengan Giant Pusat di Jalan Gatot Subroto Jakarta Pusat setiap saat.  Transfer data dilakukan setelah toko tutup (malam hari) untuk memberi dan menerima informasi mengenai jumlah penjualan, unit yang terjual, jenis barang yang terjual, jenis barang yang perlu dibeli dan perubahan harga barang. Data yang terkumpul dan tersimpan dalam basis data bank kemudian diakses dari komputer server yang selanjutnya dikirim ke Giant pusat dengan internet menggunakan telephone line.  Sistem informasi terjadi dalam dua arah yaitu Giant Pajajaran ke Giant Pusat dan Giant Pusat ke Pajajaran.  Informasi yang disampaikan berupa perubahan-perubahan harga yang terjadi ataupun informasi lainnya yang dibutuhkan oleh Giant Pajajaran.
  • Giant Pusat berinteraksi dengan Pusat Gudang Giant, untuk memberi dan menerima informasi mengenai jenis barang yang perlu dikirim ke tiap toko Giant di seluruh Indonesia, jumlah tiap jenis barang yang masih tersedia di gudang dan jenis barang yang perlu dipesan/ beli.
  • Giant Supermarket Pajajaran berinteraksi timbal balik dengan Pusat Gudang Giant untuk memberi dan menerima informasi mengenai jenis dan jumlah barang yang perlu dikirim ke Giant Supermarket.
  • Gerai Cabang berinteraksi dengan pihak supplier, dengan memberikan daftar barang yang akan dibeli (purchase order).
  • Giant Pusat mendapatkan informasi tagihan dari Supplier atas pengiriman barang yang diperlukan atau dibeli oleh Giant Pajajaran.
  • Supplier mengkomunikasikan perihal pemesanan barang oleh Giant dengan memberikan informasi jadwal pengiriman barang ke gudang milik Giant.
Sistem informasi yang terjadi antara Giant Pajajaran dan Giant Pusat serta Gudang Giant menggunakan jaringan internet sedangkan sistem informasi yang terjadi antara Giant Pusat dengan Supplier, Giant Pajajaran dengan Supplier dan Gudang Giant dengan Supplier menggunakan telepon.
Sistem informasi yang terjadi antara Gerai Cabang dan Kantor Pusat serta Gudang menggunakan jaringan internet sedangkan sistem informasi yang terjadi antara Kantor Pusat dengan Supplier, Gerai Cabang dengan Supplier dan Gudang dengan Supplier menggunakan jaringan internet.
 Process Control Systems (PCS) 
Sistem informasi di Giant memungkinkan untuk melakukan kontrol terhadap barang-barang di Giant dan juga harga-harga barang di Giant. Setiap barang yang dibeli dan telah melewati point of sale di bagian kasir akan dicatat sebagai barang yang keluar dan secara otomatis system akan mengurangi persediaan dari barang tersebut yang ada di Giant. Proses kontrol juga terjadi dalam pemberian bar code oleh karyawan terhadap barang-barang di Giant. Pegawai akan melakukan proses kontrol ketika melakukan tagging atau penempelan bar code pada barang-barang yang akan dijual.
Proses kontrol lainnya terjadi pada saat barang yang dibeli oleh konsumen dibayar di kasir. Terlebih dahulu kasir akan mencocokan jenis fisik barang dengan yang diinformasikan di komputer kasir baik menyangkut harga ataupun nama barang. Proses kontrol dilakukan oleh kasir ketika terjadi transaksi.  Jika barang tersebut sesuai dengan yang diinformasikan oleh komputer, proses transaksi akan terus berlanjut, tetapi jika tidak sesuai maka proses transaksi akan dihentikan oleh kasir sementara dan akan disesuaikan kembali berdasarkan informasi yang diperoleh dari basis data Giant di bagian bank komputer yang terhubung langsung dari point of sales di kasir. Setelah proses penyesuaian dan pelacakan informasi ulang dilakukan ketika terjadi kesalahan, kemudian kegiatan transaksi dilanjutkan kembali berdasarkan barang yang dibeli.
Dalam rangka mengatur inventori barang dagang agar dapat memperkirakan besarnya persedian setiap barang yang dikelolanya dengan tepat. PT. Hero Supermaket Tbk menggunakan Online Analytical Processing (OLAP) untuk menganalisis data inventori. Aplikasi ini dibangun dalam lingkungan Microsoft SQL Server ditujukan untuk membantu manajemen dalam memperoleh informasi mengenai manajemen inventori yang dikelolanya. Aplikasi yang dibangun terdiri dari tiga modul utama, yaitu modul untuk migrasi data sumber, modul penciptaan data warehouse penjualan, dan modul pembuatan laporan. Modul migrasi data berfungsi untuk memindahkan data penjualan yang disimpan dalam komputer kasir ke dalam data warehouse yang ditempatkan dalam komputer server.
Modul penciptaan data warehouse berfungsi untuk membangun model data multi-dimensi. Sedang modul pembuatan laporan dibangun dengan memanfaatkan SQL Server Analysis Services, Microsoft Excel, dan SQL Server Reporting Services untuk menampilkan informasi hasil analisis. Dengan tersedianya aplikasi yang telah berhasil dibangun, memungkinkan pihak manajemen untuk langsung melakukan pemesanan pembelian suatu barang bilamana barang tersebut telah mencapai nilai persediaan minimumnya. Selain itu, pergerakan inventori dari setiap barang yang dikelolanya dapat digambarkan, sehingga bagian pembelian akan dapat memberikan perhatian khusus pada barang yang tren penjualannya bergerak dengan cepat agar tidak sampai kehabisan persediaan barang tersebut. Kemampuan aplikasi untuk menampilkan daftar barang-barang yang dikategorikan tidak laku jual dapat menekan biaya inventori yang dapat ditimbulkannya.
Management Support System Giant Ekspress
Ø  Management Information System (MIS)
MIS yang diterapkan pada Giant Ekspres adalah dengan penerapan sistem barcode dengan mobilecomputingbarcode pada setiap item yang dijual dan akan terhubung dengan sistem scan komputer(barcode scanner) yang dapat melacak barcode pada setiap item. Data-data barcode setiap item yang ada akan segera diproses melalui komputer, sistem ini membantu pada sistem pencatatan dan pendataan mengenai jumlah barang yang masuk dari supplier dan data penjualan produk. Selanjutnya data tersebut akan diolah melalui suatu sistem yang akan mengahasilkan output berupa data laporan berkala mengenai barang masuk dari para supplier dan laporan penjualan berkala. Sistem ini akan membantu pihak management melakukan analisis mengenai jumlah barang yang laku terjual serta target penjualan berkala sudah tercapai atau belum.
Ø  Decision Support System (DSS)
Giant Ekspress menggunakan sistem komputerisasi untuk sistem supply chain management yang ada di setiap cabang. Seluruh item yang masuk dan akan dijual akan diberi barcode untuk pendataan barang masuk dan barang yang laku terjual. Hasil output berupa data data pelangga, data produk, data gross profit, data transaksi, data inventori, data stock on hand, data penjualan, informasi produk, data entry display danstatus display. Laporan berkala ini akan dijadikan bahan analisis dalam Decision Support System (DSS) para manajer cabang mengenai supply chain management barang yang ada di Giant Ekspress. Data ini nantinya akan digunakan untuk mengetahui barang mana yang tidak laku terjual, barang yang sangat laku terjual dan dibutuhkan konsumen serta membantu manajer dalam menentukan jumlah stock barang yang harus tersedia dan penentuan jadwal pengiriman barang dari para supplier. Hal ini akan membantu para manajer cabang dalam menentukan pemecahan dari berbagai masalah supply chain management.
Ø  Executive Information System (EIS)
Sistem Informasi yang digunakan pada setiap cabang Giant Ekspress akan tehubung kepada kantor pusat yang berada di Jakarta. Hasil output data berupa laporan periodik penjualan, permintaan pasar, dan data lainnya akan diterima oleh pihak manajer pusat melalui user (divisi IT). Penerapan sistem informasi yang ada membantu para top management untuk dapat mengakses informasi seperti ringkasan hasil olahan data serta grafik-grafik hasil dari data yang telah diproses. Hal tersebut membantu para eksekutif untuk mengidentifikasi informasi penting  dari performa setiap cabang Giant Ekspress dan membandingkan dengan performa para kompetitor dari industri sejenis serta bereaksi dengan perubahan yang cepat dari kondisi bisnis.
 Sistem Informasi Giant Ekspress Padjajaran
Sistem informasi adalah sekumpulan komponen pembentuk sistem yang mempunyai keterkaitan antara satu komponen dengan komponen lainnya yang bertujuan menghasilkan suatu informasi dalam suatu bidang tertentu. Dalam sistem informasi diperlukannya klasifikasi alur informasi, hal ini disebabkan keanekaragaman kebutuhan akan suatu informasi oleh pengguna informasi. Kriteria dari sistem informasi antara lain, fleksibel, efektif dan efisien.
Dalam Sistem Penunjang Operasi, sistem pendukung operasi adalah sistem komputer yang digunakan untuk menggambarkan proses pendukung seperti memelihara jaringan, konfigurasi komponen jaringan, dan kesalahan pengelolaan. Sistem pendukung bisnis biasanya mengacu pada “sistem usaha” yang berurusan dengan pelanggan, mendukung proses seperti mengambil pesanan, pengolahan tagihan, dan mengumpulkan pembayaran. Tujuan sistem pendukung operasi adalah untuk mengefisienkan proses transaksi dalam bisnis, mengontrol dalam proses industri, mendukung komunikasi untuk berkolaborasi dan update database.
Elemen/Komponen Sistem Informasi 
Suatu sistem terdiri dari sejumlah elemen/komponen yang saling berinteraksi, saling bekerjasama membentuk suatu sistem kesatuan. Komponen sistem atau elemen sistem juga memiliki subsistem atau bagian-bagian dari sistem. Setiap sistem mempunyai sifat-sifat dari subsistem untuk menjalankan suatu fungsi tertentu dan mempengaruhi proses sistem secara keseluruhan. Berikut ini adalah elemen/komponen dari sistem informasi manajemen:
Komponen Sumberdaya Manusia
  1. Spesialis
  2. Pengguna
Komponen Sumberdaya Perangkat Keras (Hardware)
  1. Mesin
  2. Media
Komponen Sumberdaya Perangkat Lunak (Software)
  1. Program
  2. Prosedur
Komponen Suberdaya Data
  1. Deskripsi Produk
  2. Customerrecords
  3. Data Pegawai
  4. Database inventaris
Komponen Sumberdaya Jaringan
  1. Media Komunikasi
  2. Pemroses Komunikasi
  3. Aksesibilitas jaringan
  4. Perangkat lunak pengendali
Informasi Produk
Manajemen pelaporan
Dokumen bisnis
Respon audio
Kertas label
 Komponen Sistem Informasi Giant Ekspress
Berikut ini adalah identifikasikan bagian-bagian yang termasuk dalam sumberdaya manusia, hardware, software, data, serta sumberdaya network dan produk informasi dalam perancangan TI dan SI Giant Ekspress:
Sumberdaya manusia
  1. Spesialis terdiri dari Operator
  2. Pengguna terdiri dari Karyawan, Pelanggan, dan Manajemen
Sumberdaya hardware dan jaringan
Mesin, terdiri dari :
  1. Terminal POS
  2. Workstation Manager Kantor Cabang
  3. Mobile Computing Barcode
  4. Barcode Scanner PSC Magellan 2202
  5. Modem Robotic 56K
  6. BHT Handheld Terminal
  7. Printer EPSON LQ 2180
  8. Credit Card Reader
  9. Timbangan digital
  10. CPU+Monitor Zyrex
  11. Magnetic disc drives
  12. Network server
Media, terdiri dari :
  1. Magnetic stripe
  2. Media komunikasi elektronik
  3. ATM Card
  4. Bar tags
  5. Kertas laporan
  6. Kertas laporan
  7. Dokumen laporan pengendalian
  8. Customer service electronic
  9. Magnetic disc drive
  10. LAN
  11. Kertas struk
  12. Sumberdaya software
Program, terdiri dari :
  1. DBMS windows
  2. Program pemasukan data
  3. Pemrosesan penjualan
  4. NOS
  5. OLAP (Online Analytical Processing)
  6. DBMS Microsoft SQL Server
  7. Analisis penjualan
  8. Oracle
  9. Sybase
  10. Program monitoring keamanan
Prosedur, terdiri dari :
  1. Pemasukan data
  2. Transaksi penjualan
  3. Penggunaan dan distribusi output
  4. Prosedur back up
  5. Prosedur pengendalian
  6. Prosedur koreksiSumberdaya data
  7. Data pelanggan
  8. Data produk
  9. Data transaksi
  10. Data inventori
  11. Data stock on hand
  12. Data penjualan
  13. Data gross profitInformasi Produk

Materi selengkapnya dapat diperoleh KLIK DISINI

test

https://drive.google.com/file/d/0B44svNkDTMDOMVItM0ZKR0x6ZlU/view?usp=sharing

materi sim pengantar sistem berbasis komputer

klik disini